Garis Besar Isi Padepokan Al-Arqam Season 2 Episode 1 “Islam & Tantangan Pluralisme Pasca Reformasi” pada 17 Februari 2017 pukul 16.00-17.30 di Mushola Mandiri Fisipol UGM

1. Perbincangan mengenai keanekaragaman tatanan sosial beserta tantangannya bukanlah hal baru di Indonesia. Konteks sosial-politik di Indonesia yang sudah lahir dalam kondisi yang plural & multikultur mempengaruhi terbentuknya negara Indonesia. Islam di Indonesia adalah salah satu bagian dari keanekaragaman itu yang ikut menjadi salah satu pilar pembangunan di Indonesia.

2. Perdebatan mengenai penggunaan Islam atau pertautan identitas sudah terjadi sejak awal kemerdekaan dan menguat terlihat dalam perdebatan sidang konstituante. Pertautan identitas antara Islam dan identitas lain mulai meredup ketika memasuki era Orde Baru.

3. Masa Orde Baru, negara mulai hadir sebagai satu-satunya pendefinisi utama tentang apa yang sesat dan apa yang tidak sesat atau tentang mana yang berbahaya atau bukan. Negara tidak hanya melakukan hegemoni pada level elite, namun juga merepresi dalam level ritual keagamaan. Negara bahkan mendefinisikan tentang organisasi apa yang boleh ada dan apa yang tidak boleh berdiri, termasuk melalui kebijakan normalisasi kampus, formalisasi pesantren,dll. Negara merepresi dan berusaha menguasai ekses kapital yang dikuasai basis islam yang berusaha diambil untuk mencerabut pengaruh arus bawah, yang dikhawatirkan akan menjadi tumbuhnya benih-benih perlawanan.

4. Ketika Orde Baru jatuh, seakan-akan telah terbuka katup yang menjadi penguatan bagi ekspresi dan upaya penguatan masyarakat sipil. Memasuki masa reformasi ada angin segar baru berupa keterbukaan, akses informasi yang kuat yang sangat mempengaruhi tantangan perkembangan islam di Indonesia. Islam di Indonesia juga semakin dihadapkan pada tantangan globalisasi yang semakin kuat yang ditunjukan oleh masuknya Islam Transnasional sampai menguatnya kelompok islam puritan yang mempengaruhi dinamika islam dan kondisi sosial-politik di Indonesia pada masa reformasi.

Untuk pemaparan lebih lanjut bisa didengarkan dalam rekaman diskusi di dalam link : https://drive.google.com/open?id=0B-RO9BMct2KNUVQzaDNfVWxVYUU

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *