Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh, warga FISIPOL~
Gimana nih Tarhib Ramadhan-nya kemarin (17/05)? Kece kan? Tapi, sekarang kita meloncat agak jauh yuk, ke… 10 hari terakhir Ramadhan.

“Emang ada apa sih sama 10 hari terakhir?”
Biasanya sih kalo udah 10 hari terakhir Ramadhan ada aja sibuknya, apa lagi kalo bukan karena Lebaran yang sudah menanti di depan. Mulai dari persiapan mudik ke kampung halaman, belanja baju baru dan semua yang baru, sampai menuntaskan acara buka puasa + reuni yang masih tersisa.

Tapi tau nggak, di antara 10 hari terakhir ini ada 1 malam yang sangat spesial. Namanya Lailatul Qadar (Malam Kemuliaan).

“Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu LEBIH BAIK DARI SERIBU BULAN. Pada malam itu turun malaikat-malaikan dan malaikan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (PENUH) KESEJAHTERAAN SAMPAI TERBIT FAJAR.” (Q.S. Al-Qadr: 1-5)

Lailatul Qadar adalah satu malam di bulan Ramadhan yang sangat luar biasa. Bayangin aja, pahala ibadah di malam ini lebih banyak dan lebih baik dari pahala ibadah yang dikerjain selama 1000 BULAN, alias 83,33 TAHUN NONSTOP!

Dan lagi, di malam ini, siapa pun yang sholat dosa-dosanya bisa diampuni – seperti kata Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-: “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (H.R. Bukhari no. 1901)

[KAPAN SIH LAILATUL QADAR ITU?]
Lailatul Qadar ini sifatnya ACAK. Jadi kita nggak bisa tau persis kapan malam itu tiba. Tapi, Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah memberi suatu CLUE agar kita bisa meraih malam tersebut. Clue-nya adalah:

“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari no. 2017 [ciee, 2 0 1 7 hehe]. ‘Ganjil’ dihitung dari awal bulan, maka malam yang dicari: malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29)

“Bisa jadi lailatul qadar ada pada 9 hari yang tersisa, bisa jadi ada pada 7 hari yang tersisa, bisa jadi pula pada 5 hari yang tersisa, bisa juga pada 3 hari yang tersisa” (HR. Bukhari).

Nah, itung-itungan nih, jika bulan Ramadhan ternyata 30 hari, berarti malam ke-30 adalah malam yang menggenapi. Jika dihitung dari hari terakhir, malam ke-22 berarti ‘9 hari yang tersisa’. Malam ke-24 berarti ‘7 hari yang tersisa’, dan seterusnya. Begitu yang ditafsirkan oleh Abu Sa’id Al Khudri dalam hadits shahih.

Berarti, ke-10 hari terakhir itu sama-sama berpotensi muncul Lailatul Qadar? You decide~

[TANDA-TANDANYA GIMANA?]
Ada beberapa tanda yang disebutkan dalam hadits Nabi. Misalnya, malamnya tidak panas juga dingin; serta matahari di pagi harinya tidak begitu cerah, nampak kemerah-merahan, dan berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.

Tapi, semua tanda itu nggak usah dicari. Kata Ibnu Hajar Al-Asqolani: “Ada beberapa dalil yang membicarakan mengenai tanda-tanda lailatul qadar. Namun itu semua tidaklah nampak kecuali SETELAH MALAM TERSEBUT BERLALU.” (Fath Al-Bari, 4: 260).

Lagipula, malam Lailatul Qadar juga sebetulnya hanya bisa dirasakan oleh mereka yang betul-betul memperbanyak amal ibadah di malam tersebut. Jadi, yang penting perbanyak aja ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan ^^

BTW, kita sudah semakin OTW menuju Ramadhan! Sudah siapkah dirimu?

 

_____________
RAMADHAN DI FISIPOL 1438 H
“Ayo Lari, Kobarkan Api Ukhuwah, Tebarkan Sampai Akhir Ramadhan”
#RDF1438AlKautsar #MenujuRamadhandiFISIPOL #AyoSambutOjoSambat

(Post asli ditulis di media sosial JMF UGM pada H-10 Ramadhan, dengan sedikit pengubahan)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *