Oleh: Bidang Litbang JMF 1997/1998*

Sejarah telah mencatat nama-nama besar para nabi, filsuf, ilmuwan, dan tokoh-tokoh besar dari berbagai bangsa. Sejarah menempatkan mereka sebagai “pencerah” dan “pembebas” umat manusia. Dalam konteks ke-Indonesia-an, sejarah telah menempatkan kaum muda/mahasiswa sebagai elemen penting tegaknya pergerakan kebangsaan. Kita mengenal tokoh-tokoh muda pergerakan 1908, pergerakan 1928, pergerakan 1945, pergerakan 1966, dan sebagainya.

Kini waktu telah membawa Anda, mahasiswa baru, menapak di sebuah komunitas, menapak tahapan sejarah, sejarah diri Anda, sejarah umat manusia. Sadarkah Anda, sejarah adalah milik Anda, anak zaman yang sangat beruntung memperoleh kesempatan belajar di perguruan tinggi. Sadarkah akan posisi Anda? Apa yang akan Anda perbuat?

Tenang saudaraku, jangan dulu melangkah. Diamlah sejenak, mari bersemedi, berpikir sejenak, tentang diri Anda, status sosial Anda, lingkungan, dan kewajiban Anda, anak zaman ini.

Saya, Anda, kita semua sebagai bagian dari umat manusia hadir di muka bumi sebagai khalifah, pemimpin diri dan masyarakat. Ini hal pertama yang harus dipahami sebagai makhluk Allah. Kita dibebani tugas untuk memakmurkan bumi, mempercantik dinamika peradaban dari waktu ke waktu. Anda sangat beruntung berstatus sebagai mahasiswa, sebagai orang yang berkesempatan memperoleh pendidikan tinggi, sebagai agen pembaharu, dan salah satu kekuatan sosial penting di zaman ini.

Beruntunglah Anda, mahasiswa baru FISIPOL, Anda berkesempatan belajar di sebuah komunitas yang kental dengan ilmu sosial kemasyarakatan. Anda akan banyak belajar tentang masyarakat, politik kenegaraan, politik internasional, dan sebagainya. Anda akan diarahkan untuk mampu memahami realitas masyarakat secara utuh melalui pengenalan berbagai paradigma, untuk menangkap realitas politik, realitas sosial, ekonomi, dan sosial budaya.

Proses belajar formal melalui perkuliahan memang kurang memadai, Anda perlu menyatu dalam aktivitas-aktivitas kampus maupun luar kampus. Di FISIPOL, tersedia banyak kegiatan dan organisasi yang cukup mapan. Ada JMF, PMK, KMK sebagai organisasi kerohanian, ada Setrajana (pecinta alam), Teater Garasi [kini dengan fokus serupa, Teater Selasar -ed.], Sintesa (penerbitan kampus), atau langsung bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Senat Mahasiswa, dan Badan Eksekutif Mahasiswa di fakultas [kini Dewan Mahasiswa FISIPOL -ed.]. Keterlibatan Anda dalam aktivitas kampus akan menambah wawasan dan pemikiran Anda dalam mengungkap makna dan realitas kehidupan, yang tidak diajarkan di perkuliahan. Temukan jati diri Anda sebelum melangkah.

Setelah memahami diri Anda, status sosial dan lingkungan Anda, perlu ada kristalisasi nilai untuk memantapkan diri dalam menjalankan kewajiban hidup Anda, sebagai mahasiswa dan bagian dari masyarakat. Proses belajar Anda yang panjang, bukan untuk kepentingan Anda sendiri, bukan semata untuk menciptakan sosok pribadi cerdas. Ada tanggung jawab sosial yang harus Anda penuhi. Jadilah khalifah sejati.

“… yang harus menjadi pedoman bagi kita dalam memilih sesuatu profesi, ialah kesejahteraan manusia dan penyempurnaan kita sendiri. Orang janganlah berpikir, bahwa kedua kepentingan itu saling beradu, bahwa orang yang satu harus menghancurkan orang yang lain. Lebih tepat ialah, bahwa sifat manusia itu membuat ia mungkin mencapai penyelesaiannya hanya dengan bekerja bagi penyempurnaan dan kesejahteraan masyarakatnya… Sejarah menyebut mereka sebagai orang-orang terakbar bila mereka itu memuliakan diri dengan bekerja bagi masyarakat semesta”. Demikian Karl Marx menilai tanggung jawab sosial seorang manusia.

Al-Ghazali pernah berkata, “Kuletakkan arwahku di hadapan Allah dan tanamkanlah jasadku di lipat bumi yang sunyi senyap. Namaku akan bangkit kembali menjadi sebutan dan buah bibir manusia di masa depan”. Prestasi dan karya besar manusia yang berarti bagi masyarakat akan dikenang selamanya, meskipun jasad telah hancur bercampur tanah.

Sebagai renungan terakhir, saya tuliskan kata-kata seorang astronot Neil Armstrong, “One small step for (a) man, one giant leap for mankind“, langkah kecil seorang manusia, bisa menjadi lompatan raksasa bagi umat manusia.

Saudaraku, diamlah sejenak, renungi diri dan kehidupanmu, luruskan niat, mantapkan aqidah, dan ciptakan sejarah. Sejarah adalah milikmu.

Wallahu a’lam bish shawab.

 

_ _ _ _ _ _ _
* Tulisan dikutip dari booklet “JMF Corner – Asistensi Agama Islam FISIPOL”. Tidak bertanggal namun di dalam terdapat artikel tentang kepengurusan JMF 1997/1998, jadi dipastikan booklet terbit antara 1997 dan 1998.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *