Menyikapi Insiden Kemanusiaan Etnis Rohingya secara Bijak

Oleh: Tim Intelektual Muda Fisipol (IMF) Disebutkan, hingga saat ini sudah lebih dari 123.000 warga Rohingya telah meninggalkan lokasi kekerasan di Rakhine, Myanmar, sejak 25 Agustus. Kekerasan terbaru itu meletus sejak terjadinya serangan militan ARSA (Arakan Rohingnya Salvation Army) terhadap pos polisi Burma. Militer kemudian melancarkan serangan pembalasan yang memaksa penduduk Rohingya keluar menyelamatkan diri dari desa mereka. Kompleks, pelik, itu mungkin dua kata yang tepat membayangkan krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di kawasan Rakhine, Myanmar. Sudah banyak informasi yang menyebutkan insiden kemanusiaan di wilayah dekat perbatasan Bangladesh tersebut […]

Notulensi Padepokan Al-Arqam: Pandangan Islam Tentang Demonstrasi

Garis Besar Isi Padepokan Al-Arqam Season 2 Episode “Pandangan Islam tentang Demonstrasi” pada Kamis, 18 Mei 2017 pukul 16.00 s.d. 17.30 di Mushola Mandiri Fisipol UGM 1. Demonstrasi pada dasarnya merupakan alat perjuangan dalam kerangka amar makruf nahi munkar. Amar ma’ruf nahi munkar adalah bagian prinsip dari agama, tapi yang harus digarisbawahi adalah al-ma’ruf berada dalam konteks lokal, sedangkan al-khoir berada dalam hal universal. Al-ma’ruf tujuannya adalah kemashlahatan dan memperlihatkan konteks lokalitas. Dalam memperjuangkan Al-ma’ruf harus melalui beberapa kriteria. Pertama, harus memastikan apakah hal yang akan kita perjuangkan itu masih […]

Notulensi Padepokan Al-Arqam: Ulama dan Kontestasi Pilkada Pasca Reformasi

Garis Besar Isi Padepokan Al-Arqam Season 2 Seri Islam & Pilkada, “Ulama dan Kontestasi Pilkada Pasca Reformasi” 24 Maret 2017 pukul 15.30 – 17.00 di Mushola Mandiri Fisipol UGM 1. Ulama dan intelektual harus dibedakan. Ulama pada dasarnya tidak sekadar pada kemampuan mempelajari ilmu, namun juga pada niat, praktik, dakwah, karya dan kedekatannya dengan Allah SWT. Ulama dalam konteks ini elite agamawan pada dasarnya bukan kepada basis legitimasi politik, tetapi pada aspek teokrasi dan sosiologis. Secara teokrasi, ulama jelas dipandang memiliki pemahaman dan pelaksanaan keagamaan yang kuat. Secara sosiologis, basis legitimasi […]