Islam dan Teologi Pembebasan

Oleh: Anggalih Bayu Muh. Kamim (Departemen Politik & Pemerintahan 2015, kepala biro Intelektual Muda Fisipol) Membincangkan relasi agama dan politik adalah proses yang resiprokal satu sama lain. Kedua entitas tersebut memiliki proses tarik-menarik kepentingan. Agama memiliki peran strategis dalam mengonstruksi dalam memberikan kerangka nilai dan norma dalam membangun struktur negara dan pendisiplinan masyarakat. Sedangkan, negara menggunakan agama sebagai legitimasi dogmatik untuk mengikat warga negara untuk mematuhi negara. Adanya hubungan timbal balik itulah yang kemudian menimbulkan hubungan dominasi-saling mendominasi antar kedua entitas tersebut. Negara yang didominasi unsur kekuatan agama yang terlalu kuat […]

Persahabatan dalam Islam

Oleh: Anggalih Bayu Muh. Kamim (Departemen Politik & Pemerintahan 2015, kepala biro Intelektual Muda Fisipol) Islam yang dibawa dan diajarkan oleh Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- memiliki ajaran yang paling lengkap di antara agama-agama yang pernah diturunkan oleh Allah -subhanahu wa ta’ala- kepada umat manusia. Kelengkapan Islam ini dapat dilihat dari sumber utamanya, Al-Qur’an, yang isinya mencakup keseluruhan isi wahyu yang pernah diturunkan kepada para Nabi. Isi Al-Quran mencakup keseluruhan aspek kehidupan manusia, mulai dari masalah aqidah, syariah, dan akhlak, hingga masalah-masalah yang terkait dengan ilmu pengetahuan. Semua umat Islam harus […]

Bertahan di Tengah Guncangan Komodifikasi Agama

Oleh: Anggalih Bayu Muh. Kamim (Departemen Politik & Pemerintahan 2015, kepala biro Intelektual Muda Fisipol) Agama merupakan pedoman bagi manusia dalam berperilaku dan beretika. Orang-orang yang beragama dianggap sebagai orang yang setidaknya memiliki akhlak perilaku yang baik meski memang hal ini tidak bisa digeneralisasikan. Agama memiliki fungsi sebagai kontrol sosial bagi kehidupan manusia. Namun pada saat ini, agama mengalami pergeseran fungsi. Nilai fungsi agama menjadi sebuah komoditas dan agama itu sendiri mengalami proses komodifikasi. Jika ditilik akar sejarahnya, kemunculan agama didahului oleh proses komodifikasi. Menurut hemat Habermas, agama ini memiliki fungsi […]

Good Governance dalam Islam

Oleh: Abdul Basith Ramadhan (Manajemen Kebijakan Publik 2016, staf Departemen J.Co) Ilmu politik sebagai salah satu ilmu sosial, berperan penting sebagai tuntunan dalam menjalankan roda pemerintahan. Berbagai persepsi telah disebutkan oleh para ahli tentang definisi politik itu sendiri. Salah satu ungkapan definisi politik yang paling masyhur adalah definisi dari Harold Dwight Laswell (1936) yang mengatakan politik adalah, “Who gets what, when, and how”. Dari definisi tersebut, pandangan terhadap politik menjadi luas. Tak sekadar disiplin ilmu yang biasa dianggap oleh kalangan umum hanya mempelajari partai politik saja, namun berkaitan dengan siapa […]

Islam dan Tantangan Era Hegemoni Informasi

Oleh: Sri Harjanto Adi Pamungkas (Manajemen Kebijakan Publik 2016, staf biro Intelektual Muda FISIPOL) Pernah ada masanya ketika Romawi di sisi Barat dan Persia di sisi Timur membangun sebuah tatanan dunia dengan dua kekuasaan hegemonial yang adikuasa di dunia. Romawi dan Persia menjadi dua kekuatan tangguh masa itu. Dua kekuatan ini memiliki kemampuan militer yang bisa dibilang paling maju memang pada masanya. Oleh karena itu, dua kekuatan besar ini begitu digdaya diatas kekuatan-kekuatan lainnya. Inilah era hegemoni militer. Tepat di tengah dua kekuatan besar hegemonial dunia (Romawi dan Persia) saat […]

Notulensi Padepokan Al-Arqam: Pandangan Islam Tentang Demonstrasi

Garis Besar Isi Padepokan Al-Arqam Season 2 Episode “Pandangan Islam tentang Demonstrasi” pada Kamis, 18 Mei 2017 pukul 16.00 s.d. 17.30 di Mushola Mandiri Fisipol UGM 1. Demonstrasi pada dasarnya merupakan alat perjuangan dalam kerangka amar makruf nahi munkar. Amar ma’ruf nahi munkar adalah bagian prinsip dari agama, tapi yang harus digarisbawahi adalah al-ma’ruf berada dalam konteks lokal, sedangkan al-khoir berada dalam hal universal. Al-ma’ruf tujuannya adalah kemashlahatan dan memperlihatkan konteks lokalitas. Dalam memperjuangkan Al-ma’ruf harus melalui beberapa kriteria. Pertama, harus memastikan apakah hal yang akan kita perjuangkan itu masih […]

Perburuhan Dalam Perspektif Islam

Oleh: Anggalih Bayu Muh Kamim (DPP 2015, Kepala Biro Intelektual Muda Fisipol [IMF] JMF 1438 H) Motivasi seseorang bekerja atau berusaha acapkali berasal dari keyakinan yang dia miliki. Dorongan dari agama bisa membuat seseorang rajin bekerja karena menganggap pekerjaan itu sebagai ibadah. Max Weber, lewat buku The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism, sedikit banyak menyinggung masalah ini. Kajian yang mengaitkan motif spritual dan ideologis dalam bekerja acapkali dilakukan. Buku ini menjadi salah satunya, dengan perspektif agama Islam. Islam adalah agama rahmatan lil alamin, artinya Islam adalah rahmat bagi […]

Notulensi Padepokan Al-Arqam: Selayang Pandang Isu Kebangkitan Komunisme dari Kacamata Mahasiswa Islam

Garis Besar Isi Paguyuban Al-Arqam Season 2 Episode “Selayang Pandang Isu Kebangkitan Komunisme dari Kacamata Mahasiswa Islam” Jumat, 3 Maret 2017 pukul 16.00 s.d. 17.30 di Mushola Mandiri Fisipol UGM 1. Isu kebangkitan Komunisme menjadi suatu hal yang sensasional karena menimbulkan kemunculan kembali perasaan traumatik yang pernah dialami umat Islam Indonesia. Isu Kebangkitan Komunisme menjadi hal yang traumatik karena di masa lalu, gerakan dari komunisme melalui PKI melakukan kekerasan dan ancaman terhadap beberapa kalangan santri terutama dari kalangan NU. Perasaan traumatik yang terus tertanam menyebabkan seolah-olah komunisme adalah ancaman dan […]

Notulensi Padepokan Al-Arqam: Islam & Tantangan Pluralisme Pasca Reformasi

Garis Besar Isi Padepokan Al-Arqam Season 2 Episode 1 “Islam & Tantangan Pluralisme Pasca Reformasi” pada 17 Februari 2017 pukul 16.00-17.30 di Mushola Mandiri Fisipol UGM 1. Perbincangan mengenai keanekaragaman tatanan sosial beserta tantangannya bukanlah hal baru di Indonesia. Konteks sosial-politik di Indonesia yang sudah lahir dalam kondisi yang plural & multikultur mempengaruhi terbentuknya negara Indonesia. Islam di Indonesia adalah salah satu bagian dari keanekaragaman itu yang ikut menjadi salah satu pilar pembangunan di Indonesia. 2. Perdebatan mengenai penggunaan Islam atau pertautan identitas sudah terjadi sejak awal kemerdekaan dan menguat […]